dikesempatan ini, aku mau posting kajian-kajian yang aku dapet lewat sms dari pihak RSB. Sebenarnya aku juga nggak tau RSB itu singkatan dari apa, hehhe. Jadi awal aku dapet sms rutin itu gini....
blogku ini biar kalian para pembaca juga tau :D. Ya, aku berharap semoga postingan ini bermanfaat untuk kalian ;)
11/6/1434 H
2. Tauhid uluhiyah : yaitu mengesakan Allah dalam ketaatan
beribadah kepadanya. Maka hendaklah seseorang beribadah maupun bertaqorub
(mendekatkan diri) hanya pada Allah. “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia
melainkan supaya mengabdi kepadaKu.” (QS. Adz-Dzariat : 56). Karena itulah
seseorang baru dikatakan muslim jika ia mentaatiNya, mentauhidkanNya dan tidak
melakukan kesyirikan/hal-hal yang dapat membatalkan keislamannya.
12/6/1434 H
3. Tauhid Asma’ wa sifat : yaitu mengesakan Allah dalam nama
yang Dia namakan bagi dirinya sendiri dan sifat yang Dia sifatkan bagi diriNya,
dalam kitabNya/melalui lisan RasulNya. “Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang
berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai Asmaul Husna (nama-nama yang
baik)”. (QS. Thaha : 8)
13/6/1434 H
Sudahkan kita mencintai beliau? Abdullah bin Hisyam seorang
sahabat nabi berkisah : “Suatu ketika kami berjalan bersama Rasulullah
Shallallu’alaihi wa sallam, lalu Umar bin Khatab berkata : “Wahai Rasulullah
aku mencintaimu lebih dari segala sesuatu kecuali dari diriku”. Rasulullah
kemudian bersabda : “Kamu belum beriman wahai Umar”. Umar pun melanjutkan :
“Kalau begitu aku mencintaimu dari segalanya termasuk diriku”. Rasulullah lalu
bersabda : “Sekarang kau beriman.”
14/6/1434 H
Dari Abu Hurairah RadhiAllahu ‘anhu, bahwa nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidaklah salah seorang dari kalian takut jika dia
mengangkat kepalanya sebelum imam (kalau) Allah merubah kepalanya menjadi
kepala keledai/menjadikan wajahnya wajah keledai?” [HR. Bukhari, shahih].
Itulah ancaman Allah untuk orang yang mendahului imam ketika sholat, baik
ketika rukuk ataupun sujud dan lainnya.
16/6/1434 H
Dari ‘Abdurrahman bin ‘Abdullah bin Mas’ud. Dari ayahnya
diriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki datang kepada ibnu Mas’ud dan berkata
: “Wahai Abu ‘Abdirrahman, ajarkan kepadaku beberapa kata yang sederhana dan
padat lagi berguna”. Ibnu Mas’ud berkata : “Janganlah engkau menyekutukannya
dengan sesuatu apapun. Berjalanlah seiring dengan ajaran Al-Qur’an kemanapun
engkau mengarah, dan barang siapa yang datang kepadmu membawa kebenaran maka
terimalah, meskipun dia orang yang jauh yang engkau benci. Dan barang siapa
yang datang kepadamu membawa kebathilan maka tolaklah, meskipun dia kerabat
yang engkau cintai”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar